Edward Chen dilahirkan di Surabaya, 24 Agustus 1978, menghabiskan masa kecilnya di desa Waikabubak, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kemudian kembali lagi ke Surabaya setelah beranjak dewasa. Karena kecelakaan dalam bermain bola, Edward harus terbaring selama sebulan. Dalam masa-masa itulah Edward lebih sering berdoa dan membaca Aliktab. Juga mulai menggali potensinya dalam musik, yaitu belajar menulis lagu yang akhirnya dinyanyikan di gereja tempatnya beribadah.
Edward merasa dirinya tidak berguna, karena banyak hal yang tidak bisa ia lakukan tanpa bantuan orang lain. Meski sudah menjalani berbagai pengobatan tapi tetap saja kaki Edward belum juga sembuh, apalagi saat itu Edward hanya diobati secara tradisional. Sehingga tulang keringnya membentuk huruf V. Karena tidak kunjung sembuh, orangtua Edward membawanya ke kota Surabaya untuk dioperasi. Dan Puji Tuhan sembuh.
Seorang penatua di gerejanya mendorong Edward untuk merekam lagunya agar lebih banyak orang tahu dan menjadi berkat. Setelah Edward merekam lagu-lagunya, ia membawa ke beberapa perusahaan rekaman di Jakarta. Tapi ternyata penolakan yang didapat Edward, karena kualitasnya tidak bagus. Sang penatua menyarankan untuk menempuh jalur indie label dan mendistribusikan albumnya sendiri.
Untuk memperkenalkan lagu-lagunya kepada orang banyak, gereja tempat Edward beribadah membuat KKR dan mengundang penyanyi terkenal Jeffry S. Tjandra. Setelah KKR Jeffry menawarkan untuk membantu Edward membuat album di Jakarta. Edward menyatakan keinginannya untuk membuat album rohani Mandarin. Jeffry sangat kaget karena ia berpikir album rohani Mandarin tidak mungkin laku. Berbekal pengalaman dan respon Jeffry itulah yang membuat Edward tidak terlalu banyak berharap karena Edward berpikir orang Jakarta pasti kebanyakan basa-basi.