Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan “Tambahkanlah
iman kami!”
(Lukas 17:5)
Bagaimana
cara mengatasi masalah keuangan? Kebanyakan orang berpikir, asalkan
pendapatannya meningkat atau asalkan dia mendapatkan dana cash dalam jumlah
besar, maka masalah keuangan itu akan terselesaikan. Nyatanya tidak demikian.
Banyak orang yang pernah mendapkan hadiah uang dalam jumlah sangat besar pun
tidak lantas kemudia menjadi jutawan, bahkan banyak yang justru lebih miskin
dari sebelumnya. Masalah keuangan hanya bisa diatasi dengan kemampuan mengelola
uang yang baik. Dan ini tidak hanya berlaku dalam hal keuangan saja.
Ketika
Yesus bicara tentang penyesatan yang akan terjadi dan juga tentang pengampunan,
tiba-tiba para murid berkata, “Tambahkanlah iman kami!” Mengapa mereka berkata demikian? Karena mereka merasa
hal-hal itu adalah tantangan yang amat berat. Dengan kondisi saat itu, rasanya
mereka tidak akan kuat. Jadi, mereka meminta supaya ditambahkan imannya. Namun,
apa jawab Yesus? Ia justru member dua gambaran.
Pertama,
biji sesawi. Alih-alih menambahkan iman, Yesus berkata bahwa iman yang kecil
pun bisa menjadi besa jika iman itu dipelihara dan tumbuh. Paulus dalam Roma
12:3 mengatakan iman adalah anugerah Allah yang diberikan berbeda untuk
masing-masing orang. Tiap orang memiliki iman. Namun, hanya mereka yang mau
memelihara imannya yang akan punya iman yang besar.
Kedua,
Yesus kemudian memberikan gambaran tuan dan hamba. Tugas hamba yang terutama
adalah menaati tuannya. Ini pun tidak boleh kita lupakan. Beriman bukan berarti
kita bertindak sesukanya sendiri, mengimani sesuatu menurut ego dan keinginan
kita semata. Tapi, iman yang kecil itu akan tumbuh jika kita mau menaati
perintah Tuhan, Sang pokok Anggur yang member kita pertumbuhan dan kekuatan
dalam menghadapi tantangan kehidupan. Nah, apakah Anda merasa iman Anda terlalu
lemah untuk menghadapi tantangan sebagai orang Kristen? Iman Anda tidak pernah
terlalu kecil atau lemah, cukup melekat selalu pada Dia, dari situlah iman kita
akan bertumbuh besar! RHS