Jumat, 22 Juli 2016

PULIHNYA SEBUAH HUBUNGAN

“Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Disana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.” (Lukas 15:13)

Ketika si bungsu meminta warisan dan pergi jauh, ini sebenarnya bukan sekedar soal uang warisan saja. Anak bungsu itu juga meninggalkan lingkungan dan komunitasnya. Bagi orang pada zaman itu, si bungsu bisa dianggap meremehkan kominitas di daerahnya. Jadi biasanya dilakukan upacara pengasingan, istilahnya “KEZEZAH” untuk mengatakan hubungan telah putus. Tumbuhan pahit, kacang yang dibakar serta jagung dimasukkan dalam periuk tanah liat, lalu dipecahkan. Orang tersebut dianggap sudah mati. Karena itu ketika anak bungsu tersebut hidup sengsara di negeri orang dan ingin kembali kerumah bapanya, maka ia merasa tidak layak lagi disebut anak bapa. Anak bungsu tersebut mengambil posisi sebagai orang upahan (budak) saja.

Secara status, anak bungsu tersebut berpikir bahwa ia sudah terputus dari keluarganya. Demikian juga ia merasa sudah terputus dari komunitasnya. Namun, lihat bagaimana bapanya menyambutnya pulang seolah-olah mengabaikan fakta bahwa hubungan tersebut pernah putus. Ketika melihat anaknya pulang, bapa tersebut berlari untuk mendapatkannya. Mestinya, sang ayah tak perlu berlari, bukankah ia punya banyak pelayan untuk disuruh menjemput? Tidak hanya itu, bahkan bapanya mengenakan cincin pada jarinya dan memakaikan sepatu kepadanya untuk memulihkan statusnya sebagai anak.


Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, maka terjadi KEZEZAH secara rohani yaitu terputusnya hubungan manusia dengan Allah. Manusia harus keluar dari taman eden dan terpisah dari Allah. Meski demikian, Allah mengambil inisiatif untuk memulihkan hubungan yang telah rusak itu. Dengan kasihNya demikian besar, Bapa mengirimkan AnakNya yang tunggal menjadi tebusan bagi orang berdosa, sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya akan beroleh hidup yang kekal. Hubungan kita dengan Allah yang sempat terputus dipulihkan lagi. Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih Bapa yang telah dinyatakan kepada kita. RHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar