“Beberapa
hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke
negeri yang jauh. Disana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup
berfoya-foya.” (Lukas 15:13)
Ketika
si bungsu meminta warisan dan pergi jauh, ini sebenarnya bukan sekedar soal
uang warisan saja. Anak bungsu itu juga meninggalkan lingkungan dan
komunitasnya. Bagi orang pada zaman itu, si bungsu bisa dianggap meremehkan
kominitas di daerahnya. Jadi biasanya dilakukan upacara pengasingan, istilahnya
“KEZEZAH” untuk mengatakan hubungan telah putus. Tumbuhan pahit, kacang yang
dibakar serta jagung dimasukkan dalam periuk tanah liat, lalu dipecahkan. Orang
tersebut dianggap sudah mati. Karena itu ketika anak bungsu tersebut hidup
sengsara di negeri orang dan ingin kembali kerumah bapanya, maka ia merasa
tidak layak lagi disebut anak bapa. Anak bungsu tersebut mengambil posisi
sebagai orang upahan (budak) saja.
Secara
status, anak bungsu tersebut berpikir bahwa ia sudah terputus dari keluarganya.
Demikian juga ia merasa sudah terputus dari komunitasnya. Namun, lihat
bagaimana bapanya menyambutnya pulang seolah-olah mengabaikan fakta bahwa
hubungan tersebut pernah putus. Ketika melihat anaknya pulang, bapa tersebut
berlari untuk mendapatkannya. Mestinya, sang ayah tak perlu berlari, bukankah
ia punya banyak pelayan untuk disuruh menjemput? Tidak hanya itu, bahkan bapanya
mengenakan cincin pada jarinya dan memakaikan sepatu kepadanya untuk memulihkan
statusnya sebagai anak.
Ketika
manusia jatuh ke dalam dosa, maka terjadi KEZEZAH secara rohani yaitu
terputusnya hubungan manusia dengan Allah. Manusia harus keluar dari taman eden
dan terpisah dari Allah. Meski demikian, Allah mengambil inisiatif untuk
memulihkan hubungan yang telah rusak itu. Dengan kasihNya demikian besar, Bapa
mengirimkan AnakNya yang tunggal menjadi tebusan bagi orang berdosa, sehingga
setiap orang yang percaya kepadaNya akan beroleh hidup yang kekal. Hubungan
kita dengan Allah yang sempat terputus dipulihkan lagi. Tidak ada kasih yang
lebih besar dari kasih Bapa yang telah dinyatakan kepada kita. RHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar